HARMONISASI HIDUNG

 

Hidung adalah monumen utama pada wajah. Tuhan menciptakan hidung di tengah-tengah wajah sehingga menjadi obyek perhatian yang khas pada saat wajah terlihat berhadapan. Selain itu Tuhan menciptakannya dalam bentuk menonjol sehingga menjadi obyek perhatian yang khas pada saat wajah terlihat dari sisi. Dengan kelebihannya itu, bentuk hidung sangat mempengaruhi penampilan dan kecantikan wajah seseorang.

 

Bentuk hidung adalah identitas khas; ada beberapa bangsa/ras yang memiliki bentuk hidung khas dan berbeda dengan bangsa/ras lain. Di antara individu-individu dalam 1 bangsa/ras pun selalu terdapat variasi-variasi bentuk dan ukuran hidung. Karena itu bentuk dan ukuran yang terlihat cantik untuk orang lain belumlah tentu sama cantiknya untuk orang yang lain. Hidung yang indah bukanlah hidung yang mancung, atau hidung yang mendongak, atau punggung hidung bersudut landai, atau hidung beralas lebar. Bangsa/ras Asia memiliki harmonisasi wajah yang berbeda dengan orang Kaukasia (orang kulit putih), karena itu seringkali keinginan seorang klien untuk meniru bentuk hidung yang bagus dari idola orang kulit putih seringkali menghasilkan bentuk baru hidung yang kurang cocok.

 

Hidung yang cantik adalah hidung yang menciptakan harmoni yang baik dengan wajah pemiliknya. Ada beberapa hal yang menjadi panduan adanya harmoni yang baik antara hidung dengan wajah secara keseluruhan. Hidung yang mancung adalah hidung yang memiliki puncak hidung yang tinggi, dan secara otomatis lebar punggung hidung juga akan menjadi sempit. Hidung yang kurang mancung umumnya memiliki lebar jarak antara 2 cuping hidung serta lebar punggung hidung sedikit lebih besar dibandingkan hidung mancung, sehingga seringkali menimbulkan kesan jarak antara kedua mata seolah-olah jauh, aneh, dan bagi sebagian klien menimbulkan keluhan wajah yang tampak kurang cerdas.

 

Secara obyektif, dalam hal menentukan harmonisasi hidung terhadap struktur sekitarnya, ada beberapa parameter yang dapat diukur. Di antara parameter tersebut adalah sudut-sudut yang dibentuk antara punggung hidung dengan bidang permukaan wajah (nasofacial angle), antara punggung hidung dengan dahi (nasofrontal angle) dan antara punggung hidung dengan garis maya yang dibentuk puncak hidung dan dagu (nasomental angle). Powell dan Humphries melakukan penelitian dan mengeluarkan simpulan bahwa harmoni yang estetis akan tercapai bila nasofacial angle berkisar 30-40°, nasofrontal angle berkisar 115-130°, dannasomental angle berkisar 120-132°

 

Kebanyakan klien menginginkan tampilan hidung yang lebih mancung dari keadaan hidung yang mereka miliki, terutama untuk klien-klien yang berasal dari Jawa dan etnis Oriental. Sebaliknya ada juga beberapa klien dari suku di Sumatera dan etnis keturunan Arab yang berhidung mancung datang dengan keluhan bentuk garis punggung hidung mereka yang tidak landai dan agak membengkok seperti paruh kakatua (beek nose) sehingga menimbulkan kesan seram.

 

 

 

 

Operasi hidung (rhinoplasty)

 

Prosedur operasi untuk melakukan reka-ulang bentuk dan ukuran-ukuran hidung agar tercapai harmoni yang estetis dengan struktur di sekitarnya disebut prosedur rhinoplasty. Pada kebanyakan kasus di Indonesia, jenis prosedur ini berupa augmentation rhinoplasty, yaitu prosedur reka-ulang untuk memancungkan hidung. Prosedur ini secara garis besar adalah meninggikan puncak hidung dengan cara menyisipkan tambahan struktur penyokong puncak hidung di antara 2 tulang rawan cuping hidung. Struktur penyokong ini dapat berupa tulang rawan (yang diambil dari tulang rawan cuping telinga) atau yang paling baik dalam menambah tinggi adalah implant silikon steril berbentuk “L”.

 

Pada bentuk hidung yang bengkok (beek nose), prinsip prosedur rhinoplasty adalah dengan mengikis tonjolan tulang hidung agar tercipta garis punggung hidung yang landai dan rata.

 

 

Untuk mencapai daerah tulang rawan cuping hidung dan tulang hidung yang akan dilakukan manipulasi operatif, maka akan dibuat irisan bukaan di dasar sekat hidung Anda yang diperluas ke kanan-kiri menyusuri dinding lubang hidung bagian sekat memanjang sampai langit-langit lubang hidung Anda. Bekas luka operasi pada bukaan ini kelak akan tersembunyi karena berada di dalam lubang hidung Anda. Cara ini memberikan keleluasaan dokter mengendalikan perdarahan intraoperasi selama pembebasan jaringan dan pembentukan celah untuk sisipan tulang rawan atau implant silikon “L”.

 

 

 

Mengenai jenis implant silikon “L” sendiri terdapat bermacam-macam bentuk dan ukuran; kesemuanya sudah siap-pakai untuk langsung disisipkan. Dalam pengalaman penulis, bentuk yang sudah siap-pakai ini sudah cukup baik untuk kebanyakan kasus, namun tidak jarang penulis memberikan perautan (carving) lebih lanjut agar bentuk akhir hidung lebih alami.

 

 

 

Tulang rawan dari cuping telinga Anda juga dapat digunakan sebagai struktur penyokong puncak hidung. Kekurangannya adalah tinggi puncak hidung yang ditambahkan sangat terbatas, dan adanya perlukaan operasi di belakang telinga untuk mengambil tulang rawannya.

 

 

 

 

Persiapan praoperasi

 

Tidak ada pemeriksaan khusus menjelang operasi estetik hidung bila Anda memilih prosedur dilakukan dalam keadaan sadar dan hanya dengan pembiusan setempat. Kecuali untuk hal-hal yang terkait pembiusan umum (tidur), biasanya dokter ahli bius akan memintakan pemeriksaan darah praoperasi. Bila Anda berusia di atas 40 tahun dan memilih pembiusan tidur, dokter bedah plastik akan menganjurkan Anda untuk memeriksakan kondisi kesehatan jantung dan paru-parunya terlebih dahulu.

 

Untuk kepentingan penyembuhan luka dan hasil akhir yang baik, Anda disarankan untuk tidak merokok dan minum alkohol 3 minggu sebelum dan sesudah operasi. Pemakaian obat-obat herbal/tradisional juga sedapat mungkin dihentikan dalam rentang waktu yang sama, karena ada beberapa zat yang sifatnya mengencerkan darah dan menyulitkan pengendalian perdarahan intraoperasi.

 

Bila Anda memilih menjalani pembiusan tidur, pada hari operasi yang ditentukan, Anda akan diminta berpuasa 4-6 jam sebelum jam operasi yang disepakati. Hal ini bertujuan untuk mengosongkan isi lambung sehingga mencegah risiko muntah yang membahayakan selama pembiusan.

 

Lama operasi biasanya berkisar 1-2 jam.

 

 

 

Pascaoperasi dan penyembuhan

 

Pascaoperasi Anda tidak perlu menjalani rawat-inap dan dapat pulang segera setelah operasi. Sangat dianjurkan Anda melakukan kompres es pada bagian atas hidung selama 4-6 jam pertama pasca operasi untuk mencegah risiko adanya perdarahan sisa kecil-kecil yang mungkin masih berlangsung.

 

Anda juga biasanya akan mengalami nyeri, bengkak dan biru-biru hebat selama ± 1 minggu pascaoperasi pada sekitar hidung, terutama di sisi-sisi hidung dan kadang-kadang di sebagian pipi dan sekitar kelopak bawah mata; tampilan ini berangsur-angsur hilang setelah minggu ke-2. Setelah minggu ke-2 ini, Anda dapat mulai memakai make-up untuk menyamarkan warna kebiru-biruan.

 

Untuk mendukung hasil operasi yang baik, Anda sangat dianjurkan menghindari pemakaian kacamata dan menghindari menyentuh-nyentuh hidung Anda selama 1 bulan untuk membantu menopang bentuk baru hidung. Jahitan dibuka pada hari ke-7 sampai hari ke-10 pascaoperasi, dan setelah itu klien boleh mulai mandi atau terkena basah pada lukanya. Selain itu, segera setelah jahitan lepas dokter akan memberikan terapi salep antikeloid untuk memfasilitasi bekas luka operasi yang baik.

 

Bila semua petunjuk di atas dapat diikuti dengan baik, komplikasi dapat dihindari. Komplikasi yang mungkin terjadi adalah adanya rembesan jernih dari bekas jahitan, namun hal tersebut tidak perlu menjadi kekhawatiran karena hal ini lazim terjadi dan akan membaik sejalan dengan waktu penyembuhan. Komplikasi lain yang lebih serius seperti infeksi luka operasi, atau bekas luka operasi yang terbuka dapat dihindari selama kebersihan luka terjaga, komplikasi terkait posisi implant yang berubah, atau implant yang melukai kulit hidung tidak akan terjadi bila larangan menyentuh-nyentuh hidung dapat dilaksanakan dengan baik.

 

Hasil akhir hidung dengan bentuk yang baru akan terlihat baik dan terasa nyaman setelah 2 bulan pascaoperasi.

 

KONSULTASI ESTETIK

dr.Ahmad Fawzy, SpBP

 

KONSULTASI ONLINE

 

Di era teknologi informasi yang memfasilitasi efisiensi waktu dan kemudahan berkomunikasi di mana saja, kami juga menyediakan kesempatan untuk Anda  dapat berkonsultasi online lewat pesan singkat / surat elektronik di sini,

 

 

OPERASI GRATIS

SUMBING BIBIR

 

dr. Ahmad Fawzy, SpBP dan Rumah Sakit Juwita Bekasi menyelenggarakan program operasi gratis untuk pengidap sumbing bibir yang tidak mampu biaya operasi. Syarat dan ketentuan rinci  untuk disertakan dalam program ini dapat Anda lihat di sini, atau silakan hubungi:

 

RS Juwita Bekasi

Jl. M. Hasibuan 78 Bekasi

021 8829590 / 021 8829591

(dengan ibu Evi)