CIRI FISIK ORANG INDONESIA

 

 

Masyarakat Indonesia adalah “wajah” Asia. Berbagai macam etnis dan suku bangsa di Asia terwakili di dalam populasi Indonesia. Dengan mayoritas populasi dari golongan etnis Melayu, bagaimana pun di negeri ini cukup banyak proporsi orang-orang keturunan etnis Tionghoa, etnis Arab, etnis India, dan sebagian kecil etnis hasil asimilasi dengan orang kulit putih (Kaukasia).

 

Hal ini menjadi unik, karena bangsa multikultural ini juga memberi bermacam-macam warna dari karakteristik klien-klien prosedur bedah estetik. Dalam halaman ini, kami akan memberi sekilas pandangan tentang karakteristik klien prosedur bedah estetik orang Indonesia.

 

 

PROSES PENUAAN

 

Dibandingkan dengan individu pada usia yang sama dari etnis kulit putih (Kaukasia), maka kita bangsa Asia diberkahi Tuhan dengan keistimewaan lebih rentan terhadap proses penuaan, di mana Tuhan menciptakan kulit etnis Asia relatif lebih tebal dan komposisi serat-serat kolagennya jauh lebih kaya. Oleh karena itu, kerutan-kerutan dan kekenduran kulit yang terjadi akan jauh lebih ringan dibandingkan etnis kulit putih (Kaukasia). Proses penuaan ditandai dengan penurunan elastisitas serabut-serabut kolagen; pada etnis kulit putih dengan komposisi serat kolagen yang lebih sedikit maka gambaran kerutan pada dahi, sudut wajah, garis senyum, serta kekenduran kulit pipi dan leher akan terlihat lebih parah daripada orang Asia.

 

Atas dasar itu, biasanya tidak terlalu sering orang Indonesia membutuhkan koreksi ekstrem semacam total face-and-neck-lifting, seringkali dengan hanya prosedur bedah estetik yang lebih sederhana misalnya mengkoreksi kekencangan dahi dan alis mata (brow lifting) dikombinasi dengan koreksi kelopak mata (upper blepharoplasty) dan kantung mata (lower blepharoplasty) maka tampilan wajah sudah jauh lebih muda secara bermakna.

 

Tidak jarang dengan prosedur terapi injeksi Botox, maka masalah kerutan-kerutan di wajah dapat teratasi dengan baik. Terapi ini populer karena sifatnya yang tidak memerlukan “pisau”, tetapi bila dipertimbangkan secara cost-effectiveness, terapi operatif lebih baik karena hasilnya permanent sementara injeksi Botox perlu diulang setiap 6 bulan.

 

 

 

WAJAH KHAS ETNIS ASIA

 

Bentuk wajah etnis Asia memiliki kekhasan dalam beberapa organ wajah, yang cukup ketara adalah pada kelopak mata, bentuk hidung dan bentuk dagu. Umumnya etnis Asia timur (misalnya keturunan Tionghoa) memiliki kelopak mata yang mulus tanpa lipatan mata. Kemudian etnis Asia memiliki ukuran lebar hidung relatif lebih beberapa millimeter lebih besar dibandingkan etnis kulit putih, dan menjadi ciri khas etnis Asia timur dan tenggara (Melayu) tonjolan hidung mereka kurang tinggi, sementara etnis Asia barat (misalnya keturunan Arab) dan selatan (misalnya keturunan India) justru memiliki tonjolan hidung yang lebih tinggi. Bentuk dagu etnis Asia timur umumnya relatif lancip, sementara etnis Melayu cenderung memiliki garis dagu yang landai. Bahkan golongan suku Melayu tua (misalnya suku Batak) memiliki dagu yang kotak dan tulang rahang yang kokoh dan tegas.

 

 

Kelopak mata

 

Persepsi akan mata yang indah adalah bentuk mata yang menunjukkan kecerahan mata. Dalam hal ini, adanya lipatan kelopak mata secara subyektif mencirikan seolah-olah mata memiliki bukaan yang masih bisa lebih lebar. Karena itu prosedur operasi estetik kelopak mata (oriental blepharoplasty) termasuk salah satu prosedur bedah estetik yang diminati untuk klien-klien keturunan Tionghoa yang terlahir tidak memiliki lipatan kelopak mata ataupun punya lipatan kelopak mata tetapi tersamar oleh bangunan lemak kelopak matanya.

 

Menurut survei yang dilakukan oleh asosiasi ahli bedah plastik di Amerika, prosedur operasi estetik kelopak mata ini adalah prosedur tersering no.1 yang dilakukan pada klien-klien mereka yang keturunan etnis Asia.

 

 

Hidung

 

Secara umum, prosedur yang banyak diminati adalah prosedur “memancungkan” hidung yang penonjolannya tidak terlalu tinggi. Yang juga banyak diinginkan adalah bentuk hidung yang sedikit mendongak agar kedua lubang hidung sedikit terlihat oleh lawan bicara; hal ini disebut membawa hoki dalam kepercayaan komunitas tertentu. Dalam hal ini, prosedur augmentation rhinoplasty menjadi prosedur pilihan, tentunya dengan berbagai pertimbangan agar bentuk hidung kelak memiliki harmoni yang baik dengan bentuk wajah secara keseluruhan.

 

 

Dagu

 

Perkembangan budaya telah menyebabkan pergeseran paradigma akan dagu yang indah dan ideal di kalangan masyarakat Asia, termasuk Indonesia. Tokoh-tokoh kartun anime atau manga Jepang yang banyak melukiskan tokoh utama feminin berdagu lancip membuat banyak wanita muda bahkan kini menginginkan bentuk dagu yang lancip. Bahkan kaum pria muda juga kini sering menginginkan hal serupa, dengan alasan dagu yang persegi menyiratkan kesan kasar dan agresif; 2 sifat yang mungkin akan menyulitkan mereka di dalam lingkungan pergaulan atau pekerjaan.

 

 

Berbagai prosedur estetik tersedia untuk membentuk dagu, dari menyisipkan implant (augmentation mentoplasty) untuk bentuk dagu yang kurang berisi, sampai prosedur memahat tulang rahang bawah (osteotomy mentoplasty) untuk melancipkan dagu yang persegi. Khusus untuk prosedur terakhir, jenis operasi ini sudah sangat lazim dikerjakan di Jepang, Korea, Taiwan, namun di Indonesia belum banyak diminati karena operasinya memakan waktu lama, dan banyak berdarah-darah sehingga  tingkat risikonya butuh pertimbangan masak-masak.

 

 

 

BENTUK PAYUDARA

 

Secara alamiah, awalnya bentuk payudara selalu mengikuti proporsi tubuh yang diturunkan oleh orang tua, kemudian mengalami variasi dan adaptasi sesuai dengan sifat alamiah payudara sebagai tempat penyimpanan cadangan lemak. Proporsi tubuh memiliki komponen tinggi badan, berat badan, serta profil tulang dan rangka. Dalam hal ini, umumnya wanita etnis Asia memiliki leluhur dengan profil tubuh yang pendek, sehingga otomatis memiliki bentuk payudara yang rata atau relatif lebih kecil (hypotrophic breast) dibandingkan etnis lain. Karena itu, prosedur yang lebih banyak diminati adalah prosedur operasi estetik memperbesar payudara (breast augmentation / augmentation mammaplasty) dibandingkan mengecilkan (breast reduction / reduction mammaplasty).

 

Menurut survei yang dilakukan oleh asosiasi ahli bedah plastik di Amerika, wanita keturunan Asia cukup banyak yang melakukan operasi estetik memperbesar payudara, dengan wanita Hispanik/Latin menempati urutan pertama.

 

 

 

MASALAH TERKAIT KEHAMILAN

 

Masalah yang terkait dengan kehamilan adalah masalah bentuk dinding perut yang menggelambir dan stretch mark pascapersalinan, serta bentuk payudara yang mengendur akibat menyusui.

 

Kekenduran kulit perut

Selama kehamilan, kulit dinding perut akan meregang dan mengalami pertambahan luas untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan besar janin di dalam kandungan. Pada kondisi setelah persalinan, kelebihan kulit  dinding perut tampak nyata, terutama lebih banyak pada bagian bawah. Jaringan lemak bawah kulit menumpuk, dengan sebaran terbanyak berada di bawah pusar.  

Selain itu, semasa kehamilan, otot-otot lurus perut juga semakin meregang untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan besar kandungan. Setelah persalinan, otot-otot lurus perut menjadi kendur, kekenduran lebih berat umumnya terjadi di bagian bawah pusar. Apalagi para ibu di Indonesia belum semuanya terbiasa dengan pelatihan otot-otot perut pascapersalinan. Bahkan dalam keadaan tertentu, misalnya setelah kehamilan besar (makrosomia) atau kehamilan kembar (gemelli), regangan otot yang hebat tidak hanya menyebabkan kekenduran namun dapat pula terjadi kelemahan otot.

 

Regangan saat hamil (stretch mark)

Guratan regangan saat hamil (stretch mark) terjadi bila volume kandungan rahim yang semakin membesar meregangkan kulit perut, kemudian menceraiberaikan jalinan-jalinan serabut kolagen yang menjadi dasar konstruksi kulit. Area kulit yang mengalami putus jalinan kolagen tersebut akan menjadi “cekung”, dan rangkaian struktur cekungan kulit tersebut membentuk pola-pola guratan memanjang sesuai gaya regang kulit perut akibat desakan pembesaran rahim. Dengan mengerti mekanisme yang dijelaskan di atas, jelas bahwa stretch mark TIDAK DAPAT DIHILANGKAN dengan penggunaan krim-krim, atau injeksi. Modalitas terapi krim-krim atau injeksi yang selama ini ada hanya bersifat pencegahan atau penyamaran gambaran agar tidak terlalu jelas ketara.

Sesuai fakta bahwa kulit etnis Asia memiliki komposisi serat-serat kolagen dan komposisi sel-sel pigmen jauh lebih kaya dibandingkan dengan etnis kulit putih (Kaukasia), maka stretch mark wanita Asia akan memiliki corak guratan yang lebih dangkal namun warnanya lebih kontras dengan kulit perut sekitarnya sehingga menjadi lebih ketara.

 

Adanya kondisi kelebihan lemak dan kekenduran kulit pascahamil, serta stretch mark sering menjadi keluhan bagi para ibu yang membutuhkan perut tetap indah selepas persalinan untuk kehidupan bersosialisasinya. Karena itu, prosedur operasi estetik dinding perut (abdominoplasty) cukup diminati, karena selain mengembalikan postur perut yang rata, prosedur ini juga membuang kulit yang mengalami stretch mark.

 

Payudara kendur karena menyusui

Penyebab payudara kendur adalah hilangnya daya elastisitas jaringan penggantung (ligament) payudara, bukan karena berkurangnya isi payudara. Proses menyusui tidak akan pernah mengurangi isi payudara. Justru pada saat menyusui payudara menjadi lebih berisi. Kelenjar-kelenjar susu di dalam payudara secara alamiah akan bertambah banyak dan bertambah besar untuk memfasilitasi produksi ASI yang dibutuhkan. Kemudian pengaruh hormon menyebabkan lapisan lemak payudara menjadi lebih tebal. Kedua hal tersebut menambah massa payudara, ditambah lagi gaya tarikan oleh bayi sewaktu menghisap/menyusu dan pengaruh alami gaya gravitasi memperberat beban kerja jaringan penggantung (ligament) payudara. Di negara-negara maju, supporting bra sudah cukup banyak dan lazim digunakan tetapi hal ini belum jamak dipakai di Indonesia. Pada suatu saat jaringan penggantung ini akan mencapai titik jenuh, kehilangan elastisitasnya, dan payudara menjadi mengendur.

 

Kemudian, saat periode menyusui berakhir, tubuh akan melakukan adaptasi ulang. Karena tidak lagi dibutuhkan kinerjanya, kelenjar-kelenjar susu yang awalnya membesar mulai menyusutkan diri (involusi) ke ukuran semula pada saat tidak aktif. Saat seorang ibu mulai menyesuaikan berat badannya pascapersalinan (dengan diet dan/atau latihan olah raga), maka cadangan lemak di seluruh tubuh ikut menipis dan dimetabolisme. Secara normal jaringan lemak payudara adalah simpanan lemak utama pada wanita; sebagai konsekuensi penipisan jaringan lemak seluruh tubuh maka jaringan lemak payudara juga akan ikut menipis. Adanya penyusutan kelenjar-kelenjar susu dan penipisan bantalan lemak payudara (kembali ke ukuran awal sebelum kehamilan dan menyusui) membuat perasaan seolah-olah payudara “mengecil”, padahal sebenarnya payudara hanya kembali ke ukuran awalnya saja. Proses yang sebenarnya terjadi justru pengenduran payudara seperti yang telah dijelaskan.

 

Prosedur operasi estetik untuk mengencangkan payudara disebut mastopexy (breast uplifting). Payudara yang kendur ditarik ke atas agar posisinya tampak lebih alamiah. Masalah lebih pelik terjadi pada karakteristik wanita etnis Asia yang umumnya memiliki bentuk payudara yang relatif lebih kecil (hypotrophic breast). Adanya pengenduran payudara akan membuat payudara yang kecil tampak “kisut” / “kempot”. Dengan prosedur mastopexy (breast uplifting) seringkali payudara akan tampak lebih rata. Karena itu, kadangkala ada klien yang sering meminta kombinasi prosedur mastopexy (breast uplifting) dengan augmentation atau penyisipan kantung jel silikon steril agar dapat sedikit memberi isi pada payudara.

 

 

KONSULTASI ESTETIK

dr.Ahmad Fawzy, SpBP

 

KONSULTASI ONLINE

 

Di era teknologi informasi yang memfasilitasi efisiensi waktu dan kemudahan berkomunikasi di mana saja, kami juga menyediakan kesempatan untuk Anda  dapat berkonsultasi online lewat pesan singkat / surat elektronik di sini,

 

 

OPERASI GRATIS

SUMBING BIBIR

 

dr. Ahmad Fawzy, SpBP dan Rumah Sakit Juwita Bekasi menyelenggarakan program operasi gratis untuk pengidap sumbing bibir yang tidak mampu biaya operasi. Syarat dan ketentuan rinci  untuk disertakan dalam program ini dapat Anda lihat di sini, atau silakan hubungi:

 

RS Juwita Bekasi

Jl. M. Hasibuan 78 Bekasi

021 8829590 / 021 8829591

(dengan ibu Evi)