KOREKSI PERUT

 

 

 

 

Konsep kecantikan pada wanita tidak pernah menjadi sesuatu yang statis dan universal, konsep kecantikan berbeda-beda untuk setiap bangsa, dan selalu berubah sejalan dengan waktu.

 

Terkait pandangan yang berkembang pada  budaya, peradaban dan ilmu pengetahuan barat yang berpusat di Eropa (dimulai dari zaman Yunani, zaman Romawi sampai zaman Renaissance di awal abad ke-20), seorang wanita cantik dicirikan dengan bentuk pipi, payudara, perut, bokong, dan paha yang bulat dan ranum berisi lemak. Kecantikan dalam bentuk seperti itu dianggap mewakili sifat keibuan pada seorang wanita. Hal ini dapat kita saksikan secara jelas pada bentuk patung-patung dewi Venus / dewi Aphrodite, lukisan Monalisa, serta lukisan-lukisan karya seniman Rembrandt.

 

Pada tahun 1990an, bentuk tubuh wanita yang dianggap indah adalah bentuk tubuh dengan perut rata tanpa lapisan lemak dan pinggang yang ramping. Konsep tubuh indah seperti ini memberi kesan seseorang yang muda, sehat dan bugar. Semakin lama, konsep keindahan bentuk tubuh wanita masih terus berubah. Perut rata dan pinggang ramping memang masih dianggap indah, namun konsep keindahan tersebut bergeser lebih jauh menjadi konsep uniseksual. Kini banyak wanita tidak hanya mengidam-idamkan perut yang rata, namun juga perut yang menampilkan kesan berotot seperti pria.

 

 

 

Dinding perut dibentuk dari susunan sistem otot, jaringan ikat dan jaringan lemak bawah kulit,dan kulit itu sendiri. Susunan ini menghasilkan penampilan tampilan bentuk perut dengan lekuk-lekuk yang indah dan memberi bayangan estetis perut yang menawan. Tampilan perut terbentuk oleh lengkung rusuk di sisi atas, lengkung pinggang di sisi kiri dan kanannya, serta tulang pinggul dan tonjolan kemaluan di sisi bawahnya.

 

Bayangan pada garis tengah dinding perut dibentuk oleh cekungan vertikal memanjang (sulcus medialis) dari ujung bawah tulang dada (processus xiphoideus sternalis) sampai ke pusar (umbilicus). Di sisi kiri  dan kanan cekungan vertikal tersebut terdapat tonjolan vertikal memanjang di masing-masing sisi sebagai bentukan dari sekat-sekat otot lurus perut (musculus rectus abdominis), di bawah pusar kedua bentuk tonjolan ini membentuk kesan sepertibukit’.

 

Bila dibayangkan bentuk estetis perut yang berotot menyerupai bentukan khayal alat musik petiklira. Alas lira adalah bentukanbukitdi bawah pusar dan lengan-lengannya adalah cekungan setengah lingkaran landai (sulcus semilunaris) yang berjalan dari bentukanbukitke arah belakang tubuh. Cekungan ini menandakan perlekatan kulit dinding perut pada selaput penutup otot miring luar dinding perut (fascia musculus obliquus externus).

 

Panjang lekukan pinggang berkisar 7-10 cm, terbentuk antara lengkung sudut terbawah tulang rusuk dan tonjolan tulang pinggul (crista iliaca). Bentuk lengkuk pinggang ditentukan jarak tulang rusuk dan tulang pinggul, serta besaran pintu atas rongga pinggul. Lekuk pinggang tidak terbentuk bila jarak tulang rusuk dan tulang pinggul relatif pendek, sebaliknya lekuk pinggang akan semakin nyata bila dimensi pintu atas rongga pinggul semakin lebar.

 

 

 

 

Masalah selama hamil dan pascapersalinan

 

Selama kehamilan, kulit dinding perut akan meregang dan mengalami pertambahan luas untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan besar janin di dalam kandungan. Setelah lewat proses persalinan, normalnya kulit akan perlahan-lahan menyesuaikan diri dan mengerutkan diri kembali ke kekencangan semula.

 

 

Selama kehamilan, otot-otot lurus perut juga semakin meregang untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan besar kandungan. Setelah persalinan, otot-otot lurus perut menjadi kendur, kekenduran lebih berat umumnya terjadi di bagian bawah pusar. Normalnya, otot-otot tersebut perlahan-lahan menyesuaikan diri dan mengerutkan diri kembali ke kekencangan semula.

 

 

Namun dalam keadaan tertentu, misalnya kehamilan janin besar (makrosomia) atau kehamilan janin kembar (gemelli), kehamilan ke-sekian (anak ke-3 atau seterusnya), atau kehamilan pada usia yang mendekati usia 40 tahun, mutu elastisitas jaringan akan menjadi lebih rendah. Kulit perut akan kendur dan kelebihan kulit  dinding perut tampak nyata, terutama lebih banyak pada bagian bawah (menggelambir)  Jaringan lemak bawah kulit menumpuk, dengan sebaran terbanyak berada di bawah pusar. Guratan regangan pasca hamil (stretch mark) sebagai gambaran proses rapuh dan putusnya jalinan-jalinan serabut kolagen kulit akan tampak semakin jelas dan semakin banyak.

 

Di dalam perut, regangan otot lurus perut yang hebat jarang kembali ke kekencangan semula; dan pada keadaan demikian tidak hanya terjadi kekenduran otot namun dapat pula terjadi kelemahan otot.

 

 

 

Prosedur operasi estetik perut yang bertujuan untuk mengembalikan kontur dinding perut menjadi rata dan kencang disebut prosedur abdominoplasty. Prosedur ini juga sering disalahsebutkan sebagai prosedur tummy-tuck. Secara harfiah, tummy artinya "pusar" dan tuck artinya "tarik". Padahal prosedur abdominoplasty lebih dari sekedar mengoreksi kulit perut dan meletakkan pusar pada posisi baru, di dalam prosedur ini juga terdapat penipisan jaringan lemak bawah kulit dan juga pengencangan otot-otot perut.

 

 

 

 

Operasi estetik perut (abdominoplasty)

 

Seperti telah diulas sebelumnya, prinsip operasi estetik perut adalah melakukan koreksi agar kontur dinding perut menjadi rata dan kencang;. Dalam hal  mengencangkan dinding perut, dokter tidak hanya melakukan koreksi pada kulit perut yang jelek (kendur atau  menggelambir) serta menipiskan jaringan lemak perut saja, tetapi juga mengencangkan otot-otot lurus perut yang ada di dalam. Untuk membuat hasil akhir lebih memuaskan, garis sayatan dibuat di sepanjang daerah yang tersembunyi oleh celana dalam (lihat gambar).

 

 

Menyimak langkah demi langkah prosedur ini, pada akhirnya kulit perut bagian bawah akan dibuang. Karena itu operasi estetik perut juga menjadi solusi definitif atas keluhan guratan regangan (stretch mark) pascahamil yang tidak teratasi dengan terapi konservatif menggunakan terapi topikal. Kulit dari sisi yang lebih atas akan ditarik/digeser menjadi kulit sisi bawah yang baru.

 

 

 

Luka sayatan ditutup dengan prioritas teknik jahitan di bawah kulit menggunakan jenis benang yang diserap, sehingga memberikan kenyamanan dan bekasnya tersamarDalam kebanyakan kasus, jahitan luar yang halus tetap dilakukan di sepanjang sayatan operasi. Kadangkala bilamana dinilai perdarahan intraoperasi cukup merepotkan, dokter Anda akan menyisakan selang drainase dari ujung-ujung jahitan, dan selang akan dicabut bila tidak ada sisa perdarahan (berkisar 1-3 hari). Bila perdarahan intraoperasi dapat dikendalikan, selang drainase tidak dibutuhkan. Dalam 7 hari pascaprosedur operasi, saat kekuatan pertautan jaringan dan kematangan penyembuhan luka mencapai 80%, jahitan luar dilepaskan.

 

 

Persiapan praoperasi

 

Tidak ada pemeriksaan khusus menjelang operasi estetik perut, kecuali untuk hal-hal yang terkait pembiusan umum (tidur). Biasanya dokter ahli bius akan memintakan pemeriksaan darah praoperasi. Bila klien berusia di atas 40 tahun, dokter bedah plastik akan menganjurkan klien untuk memeriksakan kondisi kesehatan jantung dan paru-parunya terlebih dahulu untuk menjamin operasi kelak berlangsung secara aman.

 

Untuk kepentingan penyembuhan luka dan hasil akhir yang baik, klien disarankan untuk tidak merokok dan minum alkohol 3 minggu sebelum dan sesudah operasi. Pemakaian obat-obat herbal/tradisional juga sedapat mungkin dihentikan dalam rentang waktu yang sama, karena ada beberapa zat yang sifatnya mengencerkan darah dan menyulitkan pengendalian perdarahan intraoperasi.

 

Pada hari operasi yang ditentukan, Anda akan diminta berpuasa 4-6 jam sebelum jam operasi yang disepakati. Hal ini bertujuan untuk mengosongkan isi lambung sehingga mencegah risiko muntah yang membahayakan selama pembiusan.

 

 

Pascaoperasi dan penyembuhan

 

Klien biasanya akan mengalami nyeri, bengkak dan biru-biru hebat selama ± 1 minggu pascaoperasi pada perut, terutamadi sisi-sisi garis bekas operasi dan kadang-kadang di sekitar pusar; tampilan ini berangsur-angsur hilang setelah minggu ke-2. Setelah minggu ke-2 biasanya klien akan merasa seperti tertarik-tarik, dan sensasi ini akan berangsur-angsur reda sampai 1 bulan pascaoperasi.

 

Untuk mendukung hasil operasi yang baik, klien sangat dianjurkan memakai garmen khusus selama 1 bulan untuk membantu mengurangi ketegangan dinding perut. Selain itu, selama 1 minggu pertama pascaoperasi klien harus membatasi aktivitasnya hanya berbaring dan duduk di tempat tidur, dengan posisi diberi ganjal 2 bantal pada bawah lutut. Minggu kedua pascaoperasi klien boleh mulai duduk menjuntaikan tungkai di sisi tempat tidur, dan setelah minggu kedua pascaoperasi klien boleh mulai  berjalan tertatih-tatih dengan posisi setengah membungkuk dan dibantu penyangga jalan/walker.

 

Jahitan dibuka pada hari ke-7 sampai hari ke-10 pascaoperasi, dan setelah ituklien boleh mulai mandi atau terkena basah pada lukanya. Selain itu, segera setelah jahitan lepas dokter akan memberikan terapi salep antikeloid untuk memfasilitasi bekas luka operasi yang baik.

 

Komplikasi yang mungkin terjadi adalah adanya rembesan jernih dari bekas jahitan, namun hal tersebut tidak perlu menjadi kekhawatiran karena lazim terjadi. Komplikasi lain yang lebih serius seperti infeksi luka operasi, atau bekas luka operasi yang terbuka dapat dihindari selama kebersihan luka terjaga dan program perawatan di rumah dapat diikuti dan dilaksanakan dengan baik.

 

Hasil akhir bentuk perut yang baru akan terlihat baik dan terasa nyaman setelah 2 bulan pascaoperasi.

KONSULTASI ESTETIK

dr.Ahmad Fawzy, SpBP

 

KONSULTASI ONLINE

 

Di era teknologi informasi yang memfasilitasi efisiensi waktu dan kemudahan berkomunikasi di mana saja, kami juga menyediakan kesempatan untuk Anda  dapat berkonsultasi online lewat pesan singkat / surat elektronik di sini,

 

 

OPERASI GRATIS

SUMBING BIBIR

 

dr. Ahmad Fawzy, SpBP dan RS Juwita Bekasi menyelenggarakan program operasi gratis untuk pengidap sumbing bibir yang tidak mampu biaya operasi. Syarat dan ketentuan rinci  untuk disertakan dalam program ini dapat Anda lihat disini, atau silakan hubungi:

 

RS Juwita Bekasi

Jl. M. Hasibuan 78 Bekasi

021 8829590/1 (dengan ibu Evi)